Khasiat Minyak Kelapa dan Minyak Kelapa Murni (VCO)

Khasiat VCOSentosa Karena Minyak Kelapa

Minyak kelapa mengandung asam laurat dan asam lemak rantai sedang yang berkhasiat bagi kesehatan.

Sulistiani Setyono tak berpikir panjang ketika kerabat menyodorkan sebotol minyak kelapa. Selama tinggal di Jakarta, ia memanfaatkan minyak goreng nonkelapa. Namun, semasa kecil dan remaja, orangtuanya di Palembang, Sumatera Selatan, selalu membuat sendiri minyak kelapa. Ia menggunakan minyak minyak kelapa untuk menggoreng tempe dan bandeng. “Saat digigit begitu renyah,” kata Sulistiani mengenang pengalaman pertama memanfaatkan minyak kelapa di Jakarta pada 1980-an.

Sejak saat itu hingga kini, lebih dari 30 tahun warga Petamburan, Slipi, Jakarta Barat itu menggunakan minyak kelapa. Ibu 3 anak yang tetap sentosa pada usia 73 tahun itu menggunakan minyak kelapa untuk menumis, menggoreng, dan mengolesi rambut. Ia mengatakan kesehatannya juga ditunjang oleh kebiasaan mengkonsumsi minyak kelapa itu. “Jangankan sakit berat seperti stroke, sakit batuk pun jarang sekali,” ujar Sulistiani.

Mikrob hancur
Itu karena minyak kelapa tersusun atas asam lemak jenuh berantai sedang yang stabil dalam suhu tinggi saat penggorengan. Berbeda dengan minyak sawit yang beralih rupa menjadi asam lemak trans atau trans fatty acid. Dalam buku “Terapi Minyak Kelapa”, Murray Price, PhD menyatakan bahwa meskipun minyak kelapa mengandung asam lemak jenuh, tetapi melekul itu justru merupakan asam lemak unik yang dikenal sebagai medium-chain fatty acid (MCFA) alias asam lemak rantai sedang.

Menurut Murray, pakar pengobatan alternative lulusan Hawaii School of Medicine, Amerika Serikat, tubuh mencerna MCFA secara berbeda dibandingkan dengan lemak lainnya. Pasalnya, ukuran molekul MCFA tergolong kecil sehingga tubuh hanya membutuhkan sedikit energi dan enzim. Oleh karena itu minyak kelapa baik untuk mengobati penderita masalah pencernaan seperti kesulitan menyerap lemak dan vitamin yang larut dalam lemak (vitamin A, D, E, dan K).

Selain itu MCFA ternyata juga berkhasiat antimikrob. Lapisan lemak pelindung bakteri hancur oleh MCFA sehingga mikrob itu seolah telanjang. Kisah selanjutnya mudah tertebak: antibody akan menghabisi mereka sebelum menimbulkan masalah kesehatan. MCFA ternyata bukan hanya terdapat dalam minyak kelapa. Asam lemak itu juga ditemukan di kulit dan akar rambut manusia. Selain mempertahankan kelembapan rambut dan kulit, asam lemak itu juga berfungsi menyerang mikrob yang masuk lewat kulit.

Multi Khasiat VCO
Penduduk Kepulauan Polinesia di Samudra Pasifik, merasakan manfaat minyak kelapa untuk kulit. Dari generasi ke generasi mereka terpanggang sinar matahari yang membara, tapi tidak ada kasus kanker kulit di sana. Keampuhan asam laurat –salah satu jenis MCFA—telah dibuktikan oleh banyak periset dunia. Peneliti di Pusat Pengendalian Penyakit (CDC), Georgia, Amerika Serikat, mengungkap asam laurat efektif melawan 14 virus seperti influenza, rubella, coronavirus, herpes, serta bakteri Staphylococcus aureus dan Streptococcus agaltiae.

“Asam laurat bekerja dengan menghancurkan lapisan lemak mikrob,” kata Prof Waluyo Soerjodibroto, guru besar Fakultas Kedokteran Universitas Indoensia, yang juga meneliti minyak kelapa. Hasil riset para peneliti di Athlone Institute of Technology (AIT), Irlandia, menunjukkan bahwa minyak kelapa bisa menjadi antibiotic alami untuk memerangi kuman-kuman penyebab kerusakan gigi. Tim peneliti dari AIT menguji kemampuan minyak kelapa alami dan minyak kelapa yang ditambah enzim untuk memerangi bakteri Streptococcus yang biasanya menghuni mulut.

Hasilnya, minyak kelapa dimodifikasi dengan enzim mempunyai kemampuan lebih besar untuk menahan pertumbuhan sebagian besar jenis bakteri Streptococcus termasuk mutasi Streptococcus –bakteri penghasil asam yang menjadi salah satu penyebab utama kerusakan gigi. Pengujian tambahan oleh tim peneliti AIT menunjukkan bahwa minyak kelapa dengan perlakuan enzim juga membahayakan jenis cendawan Candida albicans penyebab sariawan.

Tiga kali
Meski diolah sebagai minyak goreng, kandungan asam laurat minyak kelapa setara dengan minyak kelapa murni atau virgin coconut oil (VCO). Hasil pengujian PT Superintending Compani of Indonesia (Sucofindo) menunjukkan, kandungan asam laurat minyak kelapa mencapai 45,88%. Itu lebih rendah dibanding minyak kelapa murni yang rata-rata mencapai 47-53%. Angka itu masih sesuai standar Asia Pasific Coconut Community (APCC) yaitu 43-53%.

Minyak kelapa dara (VCO) memang mengandung 47-53% asam laurat yang mampu mencegah berbagai penyakit degeneratif seperti jantung dan diabetes mellitus. Minyak itu juga meningkatkan system kekebalan tubuh dan menjaga kehalusan serta kelembutan kulit. Menurut ahli naturopati dan periset minyak kelapa dari Amerika Serikat, Dr Bruce Fife CN ND, konsumsi minyak kelapa murni menstabilkan kadar kolesterol sehingga menyehatkan jantung.

Selain baik untuk kesehatan tubuh, penggunaan minyak kelapa juga lebih efisien dibanding minyak sawit. Pasalnya, minyak kelapa lebih tahan panas daripada minyak sawit. Menurut Afriyanto, kepala bagian umum PT Barco, minyak kelapa bisa digunakan untuk menggoreng ikan sampai 3 kali. “Minyak masih tetap jernih meski digunakan berulang kali. Berbeda dengan minyak sawit, yang pada penggunaan kedua saja sudah kecokelatan, dan pemasakan ketiga ikan menjadi gosong,” ujar Afriyanto.

Menggoreng penganan dengan minyak kelapa juga membuat makanan lebih awet dan tidak cepat tengik. Minyak kelapa mengandung 0.02% free taffy acid (FFA) alias asam lemak bebas. Kandungan asam yang terlalu tinggi, di atas 0.5%, disinyalir sebagai biang kerok minyak cepat tengik. Dengan semua keunggulan itu, pantas Sulistiani bergeming dan setia menggunakan minyak kelapa selama 33 tahun terakhir. (Kartika Restu Susilo).

Trubus 527 – Oktober 2013/XLIV. Rubrik Fokus hal. 130-131.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

CAPTCHA Image

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

You might also likeclose